Rabu, 17 Februari 2010

Jiwa-jiwa yang patah

Seperti menikam diri sendiri tanpa sakit menjerit.
Kutelan pedih karena mencintai dirimu yang hanya meninggalkan serpihan lara.
Kaupagutkan hatimu pada orang lain ketika kata setia kujaga di atas pengharapan satu-satunya.
Tiada ingin kuakhirkan jejak cintaku selain kepadamu.
Tapi kini segalanya telah cukup.
Selama ini kau hanya memberiku mimpi belaka,lain tidak
Aku pergi karena terlalu mencintaimu, itulah akhirnya..
Biarlah rasa ini kupendam mati.
Dan jangan pernah kau bertanya meski ada ruang untuk kembali.
Engkau yang memulakan, namun aku yang harus mengakhirkan.
Drai tiada menjadi ada, dari ada menjadi tiada.
Meski jerit sakitku tak berubah tangis,
Jiwaku merapal duka yang meraja di atas bahagiamu...

0 komentar:

Posting Komentar

Search this blog

 

ordinary blog Copyright © 2010 Designed by RindaAuthor YOUR NAME HERE :)