AMI Awards 2010 usai digelar di JITEC, Mangga Dua Square, Jakarta Utara, Rabu (9/6/2010) malam. Berikut ini, daftar nama pemenang-pemenang dalam ajang yang diberikan untuk insan musik terbaik Indonesia itu.
1. Lagu Terbaik: Jangan Menyerah - d Masiv
2. Grup Band Terbaik: d Masiv
3. Artis Solo Duo/Grup Anak-Anak Terbaik: Idola Cilik 2 - BINTANG YANG BERSINAR: GAPAI MIMPIMU
4. Pendatang Baru Terbaik Terbaik: Geisha - Jika Cinta Dia
5. Album Pop Terbaik: Agnes Monica - SACREDLY AGNEZIOUS
6. Penghargaan Top i-Ring: Wali Band
7. Artis Penyanyi Solo Dangdut Terbaik: Iis Dahlia
8. Artis Solo, Duo/Grup Dangdut Kontemporer Terbaik: Uut Permatasari - Selalu
9. Lifetime Achievement: Guruh Soekarno Putra
10. Artis Solo, Duo/Grup Rock Terbaik : J-Rocks
11. Artis Solo Pop Wanita Terbaik: Agnes Monica
12. Karya Produksi Reggae Terbaik: Mbah Surip - Tak Gendong
13. "Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik : Ungu - Cinta Gila - OST. SANG PEMIMPI"
14. Karya Produksi Terbaik Terbaik: d Masiv - Jangan Menyerah
Rabu, 09 Juni 2010
Minggu, 06 Juni 2010
Surat dari GAZA untuk umat islam di Indonesia
Untuk saudaraku di Indonesia,
Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia, Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?
Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis da'wah dari Jama'ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama'ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.
Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama'ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama'ah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian yah?. wah, pasti uang kalian sangat banyak yah?, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya, Subhanallah.
Wahai saudaraku di Indonesia,
Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah, pasti sangat indah dan mengagumkan yah?. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui Tentang negeri kalian.
Pasti para ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.
Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku tidak seperti di negeri kami ini, saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami Melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah, Sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil, yah diatas mobil saudaraku!.
Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2tahun lalu, namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum.
Namun, mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya, terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah, itu yang kami dapat dari informasi televisi.
Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus Abortusnya untuk wilayah ASIA, Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut?, sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini.
Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati, Namun, bukanlah diselokan-selokan, atau got-got apalagi ditempat sampah? saudaraku! Mereka mati syahid, saudaraku! mati syahid, karena serangan roket tentara Israel!
Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel, Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah Aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan Negeri ini.
Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 desember (2009) kemarin, Saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru Dijalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!
Wahai saudaraku di Indonesia,
Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena kalian sulit mencari rezki disana? apa negeri kalian sedang di blokade juga?
Perlu kalian ketahui, saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade.
Kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai Tata Usaha di kantor pemerintahan Hamas Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT yang akan mencukupkan rezki untuk kami.
Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Yah, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel, Mereka mengucapkan akad nikah, diantara bunyi letupan bom dan peluru saudaraku.
Dan Perdana menteri kami, yaitu Ust Isma'il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.
Wahai Saudaraku di Indonesia,
Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan Di Negeri antum, seperti yang diceritakan teman saya tersebut, program pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan buku-buku pasti kalian telah lahap, kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karena kalian punya waktu.
Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini wahai saudaraku. Satu jam, yah satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh, setelah itu kami harus terjun langsung ke lapanagn jihad, sesuai dengan tugas yang Telah diberikan kepada kami.
Kami di sini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut walau cuma satu jam saudaraku, tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, Seperti ta'aruf, tafahum dan takaful di sana.
Hafalan antum pasti lebih banyak dari kami, Semua pegawai dan pejuang Hamas di sini wajib menghapal surat al anfaal sebagai nyanyian perang kami, saya menghapal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana Dengan kalian?
Akhir desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1000 anak yang tahun ini menghapal al-qur'an, umurnya baru 10 tahun, saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal al-quran ketimbang anak-anak kami disini, di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang.
Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma, yah di tempat itulah mereka belajar saudaraku, bunyi suara setoran hafalan al-quran mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel? Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung Mereka rasakan.
Wahai Saudaraku di Indonesia,
Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.
Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan saudaraku biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.
Oh, iya hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya Untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan fax yang masuk Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi Salam untuk semua pejuang-pejuang islam di Indonesia.
Akhhuka…..Abdullah ( Gaza City ..1430 H)
http://www.voa-islam.com/n ews/citizens-jurnalism/2...
Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia, Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?
Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis da'wah dari Jama'ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama'ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.
Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama'ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama'ah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian yah?. wah, pasti uang kalian sangat banyak yah?, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya, Subhanallah.
Wahai saudaraku di Indonesia,
Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah, pasti sangat indah dan mengagumkan yah?. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui Tentang negeri kalian.
Pasti para ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.
Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku tidak seperti di negeri kami ini, saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami Melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah, Sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil, yah diatas mobil saudaraku!.
Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2tahun lalu, namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum.
Namun, mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya, terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah, itu yang kami dapat dari informasi televisi.
Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus Abortusnya untuk wilayah ASIA, Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut?, sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini.
Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati, Namun, bukanlah diselokan-selokan, atau got-got apalagi ditempat sampah? saudaraku! Mereka mati syahid, saudaraku! mati syahid, karena serangan roket tentara Israel!
Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel, Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah Aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan Negeri ini.
Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 desember (2009) kemarin, Saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru Dijalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!
Wahai saudaraku di Indonesia,
Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena kalian sulit mencari rezki disana? apa negeri kalian sedang di blokade juga?
Perlu kalian ketahui, saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade.
Kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai Tata Usaha di kantor pemerintahan Hamas Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT yang akan mencukupkan rezki untuk kami.
Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Yah, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel, Mereka mengucapkan akad nikah, diantara bunyi letupan bom dan peluru saudaraku.
Dan Perdana menteri kami, yaitu Ust Isma'il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.
Wahai Saudaraku di Indonesia,
Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan Di Negeri antum, seperti yang diceritakan teman saya tersebut, program pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan buku-buku pasti kalian telah lahap, kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karena kalian punya waktu.
Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini wahai saudaraku. Satu jam, yah satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh, setelah itu kami harus terjun langsung ke lapanagn jihad, sesuai dengan tugas yang Telah diberikan kepada kami.
Kami di sini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut walau cuma satu jam saudaraku, tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, Seperti ta'aruf, tafahum dan takaful di sana.
Hafalan antum pasti lebih banyak dari kami, Semua pegawai dan pejuang Hamas di sini wajib menghapal surat al anfaal sebagai nyanyian perang kami, saya menghapal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana Dengan kalian?
Akhir desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1000 anak yang tahun ini menghapal al-qur'an, umurnya baru 10 tahun, saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal al-quran ketimbang anak-anak kami disini, di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang.
Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma, yah di tempat itulah mereka belajar saudaraku, bunyi suara setoran hafalan al-quran mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel? Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung Mereka rasakan.
Wahai Saudaraku di Indonesia,
Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.
Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan saudaraku biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.
Oh, iya hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya Untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan fax yang masuk Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi Salam untuk semua pejuang-pejuang islam di Indonesia.
Akhhuka…..Abdullah ( Gaza City ..1430 H)
http://www.voa-islam.com/n
Label:
story
ISRAEL
Dunia geger lagi,gara-gara ulah Israel... Siapa sebenarnya mereka kok bisa sampai segitu kejamnya dan dunia seluruhnya lumpuh terduduk tanpa bisa apa-apa? Padahal mereka hanya beberapa puluh juta saja,mana 6 milyar penduduk bumi?
Sejak 1444 tahun, Al-Quran telah mendeskripsikan secara luas dan detail tentang Orang-Orang Israel. Terlebih dalam surat al-Baqoroh. Jika ditotal,hampir 1 juz sendiri bangsa ini dibicarakan dalam surat terpanjang di al-Qur'an itu.
Hal ini menunjukan perhatian dan keseriusan al-Qur'an dalam mengungkap siapa orang-orang Yahudi itu sebenarnya,seperti apa jati diri mereka,dan menunjukkan kebobrokan akhlak yang tersembunyi dalam jiwa mereka yang jahat, mulai dari :
- kebiasaan memperdaya orang
- kebiasaan berbuat makar.
- kebiasaan merekayasa dan merencanakan berbagai macam jenis kejahatan
- kesukaan berbuat kerusakan di muka dan menghancurkan apapun.
- serta sifat iri dan dendam yang memang merupakan watak mereka.
Dan itu agar orang Islam berhati-hati dengan mereka.
Cukup penuh contoh dan bukti dalam sejarah kehidupan Nabi bagaimana kekejian dan kejahatan orang Yahudi,hampir semua pertempuran besar yang dialami Nabi,adalah hasil daripada rekayasa yang sengaja dibuat oleh Yahudi.
Jauh sebelum Nabi,diceritakan juga Bagaimana kisah kesabaran Nabi Musa dalam mendidik mereka, menghadapi kebebalan dan kebengalan Yahudi. Dengan beraninya mereka mengganti aqidah Tauhid dengan penyembahan sapi saat hanya ditinggal 40 hari saja oleh Nabi Musa.
Atau seperti apa yang dialami Nabi Isa hingga hampir dibunuh oleh tentara Romawi hasil hasutan Yahudi,sebelum tersalibnya salah satu murid beliau yang khianat.
Atau seperti apa Yang dialami ibunda Nabi Isa atas tuduhan zina yang keji.
Pun Kewafatan Nabi Muhammad S.a.w sendiri pun adalah sebab efek racun yang ditaruh oleh yahudi dalam sebuah jamuan yang disuguhkan pada Nabi saat pembebasan Khaibar.
3 dari 5 Nabi ulul azmi,para Nabi strata tertinggi,adalah mereka yang dengan penuh kesabaran tinggi menghadapi kebengalan,kebebalan sekaligus kekejaman Yahudi
Membunuh Nabi,adalah kebiasaan keji Yahudi. Bahkan dalam satu riwayat,dikisahkan bahwa pernah dalam satu hari mereka membantai 40 Nabi. Lantas bagaimana dengan rakyat Palestina yang hanya "orang biasa"?
Nabi Zakaria dan Nabi Yahya,adalah bukti lain korban kekejaman Yahudi,bagaimana kisah keduanya yang sangat tragis terbunuh secara mutilasi.
Lebih parah lagi yaitu,mereka mengklaim diri bahwa mereka adalah Sya'bullah al-Mukhtar. Bangsa terpilih,mereka adalah anak-anak dan kekasih Tuhan yang hanya masuk neraka dalam hitungan hari,yaitu 7 hari sebagaimana Allah mencipta semesta,setelah itu masuk surga. Jika mereka beri'tikad seperti ini,lantas apakah kita heran dengan kekejaman mereka? Bukan hal yang aneh apabila jahat dan keji adalah watak asli mereka. Dengan kata lain,mereka telah melegalisir diri,bahwa semua tindakan mereka,adalah benar.
Seluruh ayat dalam al-Qur'an yang membicarakan Yahudi,semuanya memberikan indikasi akan kejahatan yang mereka lakukan atas Hak asasi Manusia, atas Hak para Nabi. Bahkan Hak Allah ta'ala sendiri.
Mereka terbiasa merubah firman-firman Allah menurut kepentingan pribadi mereka. Seluruh usaha pemalsuan al-Qur'an (yang selalu gagal dan tak akan pernah sukses) bisa dipastikan Yahudi ada di belakangnya,sebagaimana yang telah mereka lakukan atas taurat dan injil.
Mereka terbiasa melanggar janji. Itu sudah kebiasaan mereka,tak usah heran jika setiap perjanjian dan perundingan yang dilakukan selalu mereka lah yang pertama melanggar. Nabi S.a.w mengalami sendiri 4 pengkhianatan besar Yahudi atas perjanjian yang disepakati. Mulai Yahudi Qainuqa',Nadhir,Quraidhah,sampai Khaibar. Sebelum mereka disingkirkan Nabi,sebagai konsekwensi atas pengkhianatan itu (adapun saat perang bani Quraidhah,Nabi mengeksekusi 800 orang Yahudi,dengan memenggal mereka)
Akhir catatan,jika memang kita tahu fakta seperti ini,lantas apa yang diharapkan dari mereka? Menghentikan kekejaman atas Palestina? Hanya kekuatan militer yang bisa menghentikan kekejaman mereka sebagaimana yang terekam dan tercatat dalam sejarah. Tanpa perlu kami ungkap di sini,mulai kisah ekspansi militer Nebukadnezar sampai pembantaian yang dilakukan Adolf Hitler pada mereka.
Kutukan,umpatan,hanya ditanggapi tawa sengak oleh mereka. Meski itu adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan saat ini.
Lantas apa yang kita harapkan jika begini? Adalah menunggu janji pasti al-Qur'an dan al-Hadits,bahwa mereka akan dihancurkan sampai akhir lantas mereka terusir dari Palestina,naik kapal,dan tak diterima oleh bangsa manapun hingga mereka terapung-apung di lautan sampai mereka punah sama sekali. Janji yang mereka sendiri sadar dan bakal terjadi.
(makanya dipuas-puasin dulu ama mereka berbuat kerusakan).
Dan janji itu....hanya tinggal menunggu waktu ...
Sembari kita menyiapkan jalan bagi para tentara yang dijanjikan oleh al-Qur'an.. Ibaadun ulu ba-s Syadid,fa jasu khilalad diyar...
Innama dzalika... Mas-alatu Waqt... Faqoth.. Laisa illa :-)
Makkah, 21 Jumad atthani 1431
Oleh :Alawy Ameer Qolawun (Staf FLP Saudi Arabia,divisi support system)
Sejak 1444 tahun, Al-Quran telah mendeskripsikan secara luas dan detail tentang Orang-Orang Israel. Terlebih dalam surat al-Baqoroh. Jika ditotal,hampir 1 juz sendiri bangsa ini dibicarakan dalam surat terpanjang di al-Qur'an itu.
Hal ini menunjukan perhatian dan keseriusan al-Qur'an dalam mengungkap siapa orang-orang Yahudi itu sebenarnya,seperti apa jati diri mereka,dan menunjukkan kebobrokan akhlak yang tersembunyi dalam jiwa mereka yang jahat, mulai dari :
- kebiasaan memperdaya orang
- kebiasaan berbuat makar.
- kebiasaan merekayasa dan merencanakan berbagai macam jenis kejahatan
- kesukaan berbuat kerusakan di muka dan menghancurkan apapun.
- serta sifat iri dan dendam yang memang merupakan watak mereka.
Dan itu agar orang Islam berhati-hati dengan mereka.
Cukup penuh contoh dan bukti dalam sejarah kehidupan Nabi bagaimana kekejian dan kejahatan orang Yahudi,hampir semua pertempuran besar yang dialami Nabi,adalah hasil daripada rekayasa yang sengaja dibuat oleh Yahudi.
Jauh sebelum Nabi,diceritakan juga Bagaimana kisah kesabaran Nabi Musa dalam mendidik mereka, menghadapi kebebalan dan kebengalan Yahudi. Dengan beraninya mereka mengganti aqidah Tauhid dengan penyembahan sapi saat hanya ditinggal 40 hari saja oleh Nabi Musa.
Atau seperti apa yang dialami Nabi Isa hingga hampir dibunuh oleh tentara Romawi hasil hasutan Yahudi,sebelum tersalibnya salah satu murid beliau yang khianat.
Atau seperti apa Yang dialami ibunda Nabi Isa atas tuduhan zina yang keji.
Pun Kewafatan Nabi Muhammad S.a.w sendiri pun adalah sebab efek racun yang ditaruh oleh yahudi dalam sebuah jamuan yang disuguhkan pada Nabi saat pembebasan Khaibar.
3 dari 5 Nabi ulul azmi,para Nabi strata tertinggi,adalah mereka yang dengan penuh kesabaran tinggi menghadapi kebengalan,kebebalan sekaligus kekejaman Yahudi
Membunuh Nabi,adalah kebiasaan keji Yahudi. Bahkan dalam satu riwayat,dikisahkan bahwa pernah dalam satu hari mereka membantai 40 Nabi. Lantas bagaimana dengan rakyat Palestina yang hanya "orang biasa"?
Nabi Zakaria dan Nabi Yahya,adalah bukti lain korban kekejaman Yahudi,bagaimana kisah keduanya yang sangat tragis terbunuh secara mutilasi.
Lebih parah lagi yaitu,mereka mengklaim diri bahwa mereka adalah Sya'bullah al-Mukhtar. Bangsa terpilih,mereka adalah anak-anak dan kekasih Tuhan yang hanya masuk neraka dalam hitungan hari,yaitu 7 hari sebagaimana Allah mencipta semesta,setelah itu masuk surga. Jika mereka beri'tikad seperti ini,lantas apakah kita heran dengan kekejaman mereka? Bukan hal yang aneh apabila jahat dan keji adalah watak asli mereka. Dengan kata lain,mereka telah melegalisir diri,bahwa semua tindakan mereka,adalah benar.
Seluruh ayat dalam al-Qur'an yang membicarakan Yahudi,semuanya memberikan indikasi akan kejahatan yang mereka lakukan atas Hak asasi Manusia, atas Hak para Nabi. Bahkan Hak Allah ta'ala sendiri.
Mereka terbiasa merubah firman-firman Allah menurut kepentingan pribadi mereka. Seluruh usaha pemalsuan al-Qur'an (yang selalu gagal dan tak akan pernah sukses) bisa dipastikan Yahudi ada di belakangnya,sebagaimana yang telah mereka lakukan atas taurat dan injil.
Mereka terbiasa melanggar janji. Itu sudah kebiasaan mereka,tak usah heran jika setiap perjanjian dan perundingan yang dilakukan selalu mereka lah yang pertama melanggar. Nabi S.a.w mengalami sendiri 4 pengkhianatan besar Yahudi atas perjanjian yang disepakati. Mulai Yahudi Qainuqa',Nadhir,Quraidhah,sampai Khaibar. Sebelum mereka disingkirkan Nabi,sebagai konsekwensi atas pengkhianatan itu (adapun saat perang bani Quraidhah,Nabi mengeksekusi 800 orang Yahudi,dengan memenggal mereka)
Akhir catatan,jika memang kita tahu fakta seperti ini,lantas apa yang diharapkan dari mereka? Menghentikan kekejaman atas Palestina? Hanya kekuatan militer yang bisa menghentikan kekejaman mereka sebagaimana yang terekam dan tercatat dalam sejarah. Tanpa perlu kami ungkap di sini,mulai kisah ekspansi militer Nebukadnezar sampai pembantaian yang dilakukan Adolf Hitler pada mereka.
Kutukan,umpatan,hanya ditanggapi tawa sengak oleh mereka. Meski itu adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan saat ini.
Lantas apa yang kita harapkan jika begini? Adalah menunggu janji pasti al-Qur'an dan al-Hadits,bahwa mereka akan dihancurkan sampai akhir lantas mereka terusir dari Palestina,naik kapal,dan tak diterima oleh bangsa manapun hingga mereka terapung-apung di lautan sampai mereka punah sama sekali. Janji yang mereka sendiri sadar dan bakal terjadi.
(makanya dipuas-puasin dulu ama mereka berbuat kerusakan).
Dan janji itu....hanya tinggal menunggu waktu ...
Sembari kita menyiapkan jalan bagi para tentara yang dijanjikan oleh al-Qur'an.. Ibaadun ulu ba-s Syadid,fa jasu khilalad diyar...
Innama dzalika... Mas-alatu Waqt... Faqoth.. Laisa illa :-)
Makkah, 21 Jumad atthani 1431
Oleh :Alawy Ameer Qolawun (Staf FLP Saudi Arabia,divisi support system)
Label:
story
Langganan:
Postingan (Atom)





